Kenangan Kala Itu


By : deraru31



Hari mulai petang, senja mulai muncul dan hujanpun perlahan turun, membuatku yang sedang berdiri dibelakang jendela kamarku mengingat kejadian yang tak bisa ku lupakan.

Kala itu aku masih duduk di sekolah menengah atas, aku Rahma Fardina anak satu - satunya dari ayah dan ibuku, aku bersekolah di SMA yang cukup jauh dari rumahku. Aku bersekolah dengan diantar oleh ayahku dan terkadang aku dijemput oleh temanku. Ah iya ngomong soal teman aku memiliki 2 sahabat yang aku sayangi yaitu Dera dan Ina.
Aku, Dera dan Ina adalah sahabat sejak kecil, kami bertiga selalu bersama, keluarga kami pun saling kenal dan sudah seperti saudara.

Kami selalu saling bercerita tentang apapun yang kami alami. Pada suatu ketika Ina jatuh cinta pada kakak kelas yang cukup dekat denganku, ia adalah Kak Aji sang ketua Osis disekolahku.
Aku dekat dengannya karena kebetulan aku adalah bendahara Osis dan kami sering bertemu dan bercengkrama.
Karna cinta monyetnya itu Ina memintaku untuk mendekatkan dirinya dengan Kak Aji, pada saat itu aku menolak...
" Kau dekati saja sendiri, aku tak mau berurusan dengan cinta monyetmu itu." Kataku pada Ina
Mendengar aku berkata seperti itu Ina langsung memasang muka sedih dan Dera pun ikut - ikut merayuku.
" Kamu gak kasian apa Ma sama Ina? Liat tuh muka dia sedih begitu." ucap Dera ( sambil menunjukkan muka Ina kehadapan ku )
"Ayolah Ma, kamu kan baik... Ya ya ya." Bujuk Ina padaku ( sambil memasang muka sok imut )
Karena bujukan kedua sahabatku itu dengan sangat terpaksa akhirnya aku pun setuju untuk mendekatkan Ina dengan Kak Aji.
Ina senang dengan keputusanku, sangking senangnya ia sampai jatuh dari kasur karna lompat kegirangan, aku dan dera menertawakan Ina karena tingkahnya yg seperti anak kecil...
"HAHAHAHAHA" kami pun tertawa bersama.

Keesokan harinya disekolah aku sudah positif jadi Mak Comblangnya Ina dan Kak Aji, aku mempertemukan mereka berdua di taman sekolah, tetapi saat aku dan Dera ingin pergi Ina menahan kami dan berbisik padaku.
"Jangan kemana - mana disini saja temani aku, aku malu kalau berdua saja dengan kak Aji." ( Bisik Ina padaku )
Hari itu berlalu dengan baik, aku, Dera, Ina, dan kak Aji mengobrol dengan asik.

Hari demi hari aku menjadi kurir Ina, Ina selalu menitipkan surat ataupun makanan untuk kak Aji, dan kami juga sering bermain bersama, terkadang kak Aji membawa temannya kak Keanu dan Ina membawa  aku dan Dera. semakin lama aku semakin dekat dengan kak Aji karena Ina.
Sampai pada suatu hari kak Aji mengirim pesan singkat padaku,
Kak Aji : Rahma, besok bisa ketemu gak?
Aku       : iya bisa kak, besok kan weekend jadi aku gak kemana - mana kok hehe
Kak Aji : oke, kalo gitu besok aku tunggu kamu di Mall Central ya...
Aku       : oke kak, siap!!

Aku tidak berfikir panjang mengapa dan ada apa kak Aji ingin bertemu denganku, aku hanya berfikir mungkin kak Aji ingin bertanya soal Ina padaku.

Keesokan harinya aku bertemu dengan kak Aji, dan kak Aji mengajakku makan disalah satu caffe di Mall itu, aku dan kak Aji seperti biasa saja, kami makan sambil ngobrol seperti biasa membahas tentang osis.

Dan aku pun bingung, sedari tadi tak ada pertanyaan tentang Ina, kami hany membahas seputar Osis, karena bingung aku pun bertanya pada kak Aji, " oh iya kak, kakak mengapa ngajak aku ketemu? Ada hal penting yang ingin dibicarakan?" Tanyaku padanya.
Mendengar pertanyaanku, kak Aji berhenti makan dan mulai menatapku, aku jadi tambah bingung sebenarnya apa yang ingin dibicarakan oleh kak Aji.

Perlahan kak Aji berkata kepadaku dan kak Aji membuatku kaget atas apa yang ia katakan, aku tidak menyangka bahwa Ia akan berkata seperti itu.
Kak Aji mengatakan bahwa ia menyukaiku sejak pertama bertemu dan ia ingin aku menjadi  kekasihnya...
Aku terpaku mendengar perkataan kak Aji, dalam hati aku bertanya - tanya mengapa? dan mengapa aku? Mengapa bukan Ina???
Setelah itu aku langsung lari pergi meninggalkan kak Aji yang masih berada dalam caffe.
Setelah kejadian itu kak Aji terus mengirim pesan singkat padaku...
Dan saat aku bertemu dengan kak Aji aku terus saja menghindar.
Aku tak menyangka jika yang kulakukan untuk Ina bukannya membuat kak Aji menyukainya, tetapi malah menyukaiku.
Tapi tak bisa kusangkal juga sebenarnya hti kecilku juga menyukai kak Aji, tetapi aku memendam semua itu untuk sahabatku...

Hari itu saat kami sedang berada di Caffe dekat sekolah, hari dimana Ina bertanya kepadaku karena keherannya dengan tingkahku yg terus saja mengindari kak Aji dan tak mau bercerita kepadanya dan Dera. Ina bertanya dengan raut muka yg serius dan lagi - lagi aku tak bisa bercerita kepadanya tentang sikapku pada kak Aji.
Aku mengalihkan pembicaraan dengan bertanya. "Dera mana sih kok lama banget, gak dateng - dateng" alihku...
"Eh itu Dera datang!!!" Teriak Ina.
Saat aku melihat kearah Dera, aku terkejut, Dera tak datang sendiri ia datang bersama kak Aji...
Aku langsung berdiri dari tempat dudukku dan ingin pergi, tetapi Ina menahanku, aku tak tau lagi bagaimana yang harus aku lakukan. Kak Aji mulai bicara tetapi dengan cepat aku menghentikan perkataan kak Aji dan menarik kak Aji pergi jauh dari Ina dan Dera.
Dan aku langsung berbicara kepadanya "Jangan kau katakan itu didepan Ina kak, LUPAKAN SAJA PERASAAN MU PADAKU!!!" kataku dengan nada tinggi...
Kak aji heran mengapa aku berbicara seperti itu, ia bertanya "mengapa seperti itu Ma?? Aku benar - benar menyukaimu" balas kak Aji
Aku diam sejenak tanpa kata yang keluar dari mulutku, aku bingung mulai dari mana ingin mengatakan pada kak Aji...
"Sudahlah kak, buang saja rasa sukamu padaku, karna INA YANG MENYUKAIMU BUKAN AKU!!!" Bentak ku padanya
"Tetapi aku hanya suka padamu Rahma, aku sudah lama mengagumimu" balas kak Aji dengan suara lembut sambil memegan kedua tanganku.
"Ina sangat menyukaimu kak, aku tak ingin membuat Ina kecewa karena diriku" dengan gemetar aku mengatakannya pada kak Aji.
" CUKUP RAHMA CUKUP" teriak Ina dari balik dinding sambil menghampiriku dan kak Aji dengan Dera.
Ina sangat marah padaku, ia kecewa sekali padaku. Aku ingin menjelaskan semuanya pada Ina tetapi ia tak mau mendengarkan ku...
Ina langsung lari pergi sambil menangis...
Melihat Ina lari seperti itu, aku, Dera, dan kak Aji mengejarnya dan tetapi saat kami mengejar Ina, tiba - tiba ada mobil kencang menghampiri Ina.
"INAAAAAAAAAAA" teriakku dan Dera.
Mobil itu tah berhenti, lalu.....
BRRAAAAAKKKKKKKK.......
Sesuatu yang tak diduga terjadi...
Darah mengalir dimana mana membahasahi sekujur tubuh... Melihatnya seperti itu aku hanya terdiam dan air mata mengalir deras dipipiku.

Kala itu adalah kenangan yang tak bisa kulupakan, seperti senja ini Ia pergi membawa keindahan dan senyuman...
Saat dimana aku dan dia bersama adalah kenangan terindah, walaupun kami tak bisa bersatu untuk selama - lamanya.
Dia adalah cinta pertama ku, ia dia adalah sang ketua Osisku kak Aji, ia mengorbankan hidupnya, ia berlari begitu kencang dan untuk menyelamatkan nyawa Ina sahabatku yang pada saat itu ingin ditabrak oleh mobil yang melaju sangat kencang. Aku sangat berterima kasih padanya, karna ia sahabatku masih berada di dunia ini bersamaku untuk menghabiskan waktu melihat indahnya dunia ini...

Kak Aji, kau adalah pahlawan kami
Saat ini aku, Dera, dan Ina selalu hidup  dengan bahagia....
Terima kasih kak...
Walau ku tak bisa membalas apa yang kau utarakan kala itu
Tetapi percayalah, disini aku selalu mendoakanmu agar kau tenang syurga...
Sekali lagi terima kasih atas segalanya......

Wahai Senja tolong sampaikan pesanku ini padanya...
Bilang padanya aku akan selalu mengingatnya...

Komentar